Transgender Malaysia Nur Sajat Kini Berada di Australia, Ingin Memulai Hidup Baru

Transgender sekaligus pebisnis kosmetik asal Malaysia, yang sedang dicari otoritas lokal, Nur Sajat, kini berada di Sydney, Australia. Dikutip dari , melalui TikTok nya, Nur Sajat mengaku berada di Canterbury, pinggiran kota yang berjarak 12 km dari Sydney. Sekarang ia ingin mencoba memulai hidup baru.

Nur Sajat berkata saat ini sedang menjalani karantina Covid 19. Setelah masa karantina selesai, ia akan bertemu dengan beberapa pihak untuk membahas pekerjaan. Menurut Nur Sajat, dia memilih pindah ke Australia karena negara itu menerimanya.

Ia juga membantah melarikan diri dari pihak berwenang di Malaysia. "Saya tidak melarikan diri. Saya bermigrasi," ujarnya. "Selama ini saya diam karena saya ingin membuka toko baru di lokasi baru, dan terima kasih atas dukungannya."

Nur Sajat juga meminta netizen untuk tidak menghakiminya terkait agamanya. "Jika saya masih Muslim, biarkan saya dengan cara saya sendiri, dan Anda mengikuti cara Anda sendiri." "Jangan menghakimi saya."

"Kami saling menghormati. " "Juga berhenti lah menyebut saya pendosa… Terima kasih, saya menghargai semua saran Anda." Diberitakan sebelumnya, Nur Sajat dilaporkan ditahan oleh pihak berwenang Thailand pada 8 September lalu karena memiliki paspor yang tidak valid.

Dia kemudian didenda dan diyakini mencari perlindungan di bawah Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR). Nur Sajat, yang memiliki nama lahir Muhammad Sajjad Kamaruz Zaman, tengah dicari oleh Departemen Agama Islam Selangor, Malaysia. Ia tidak hadir di pengadilan untuk menjawab tuduhan berpenampilan sebagai seorang wanita pada acara keagamaan tahun 2018 lalu.

Ia menghadapi hukuman tiga tahun penjara jika terbukti bersalah. Multi etnis Malaysia menjalankan sistem hukum jalur ganda. Ada pengadilan syariah untuk menangani beberapa kasus untuk warga Muslim, menurut

Pengadilan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada 23 Februari setelah pengusaha kosmetik itu tidak hadir atas kasus yang disebutkan. Sejak itu, Nur Sajat diyakini telah melarikan diri dari Malaysia dan bersembunyi. Pada bulan April, inspektur jenderal polisi saat itu Tan Sri Abdul Hamid Bador mendesak Nur Sajat untuk keluar dari persembunyiannya.

Abdul Hamid mengatakan keputusannya untuk melarikan diri dari Malaysia "aneh" karena dia tidak menghadapi tuntutan serius. Ia mengatakan polisi sebelumnya berhasil menemukan Nur Sajat. Tetapi mereka tidak dapat menangkapnya karena berbagai tantangan seperti adanya lorong tersembunyi yang melintasi perbatasan negara.

Nur Sajat berada di bawah pengawasan ketat otoritas Malaysia sejak 2016, di mana saat itu dia mengumumkan secara terbuka bahwa dirinya seorang wanita. Sejak itu, Sajat kerap menerima ancaman cyberbullying dan bahkan ancaman kematian. Nasibnya sebagai trans pun sering diberitakan oleh media internasional.

Penangkapan Sajat di Thailand telah memicu gerakan #LeaveSajatAlone dan #FreeSajat. Di Twitter, artis satir politik Fahmi Reza dan aktivis hak asasi manusia Michelle Yesudas secara terbuka menyerukan pihak berwenang untuk #LeaveSajatAlone. Sebuah cuitan oleh Marina Mahathir mendapat lebih dari 1.700 likes tentang isu ini.

Putri mantan perdana menteri itu mengatakan dia berharap pihak berwenang Malaysia berupaya keras untuk menemukan putri Indira Gandhi atau pemodal buronan Low Taek Jho saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.