Lippo Dukung Kampanye Global Hadapi Dampak Krisis Perubahan Iklim

Lippo memberikan dukungan nyata dalam penyelenggaraan World News Day 2021 yang digelar oleh World Editors Forum. Gelaran tersebut ditujukan sebagai kampanye global dalam menghadapi climate crisis agar jurnalisme semakin kredibel dalam memberikan informasi yang dapat dipercaya dan ikut berperan dalam menjaga bumi ini. Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady mengatakan, saat ini tidak ada informasi dan story yang lebih penting bagi warga dunia selain tentang krisis perubahan iklim (climate crisis).

“Itulah mengapa Lippo sebagai pemilik media memiliki tanggung jawab untuk mensponsori World News Day 2021 yang berfokus pada tantangan yang menentukan di era climate crisis. Karena peran penting yang dimainkan jurnalis di garis terdepan dalam memberikan fakta penting tentang masa depan planet bumi kita dan masyarakatnya,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021). Dia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi planet bumi membutuhkan perhatian kita semua. Menurut John, wartawan selalu berada di garis depan saat meliput pandemi Covid 19, membantu komunitas dan masyarakat agar tetap mendapatkan informasi yang benar dan aman. “Dan kini kita perlu mengalihkan perhatian pada tantangan besar lain yang dihadapi dunia yaitu krisis iklim yang berdampak pada lingkungan global. Peranan jurnalisme yang dapat membuat perbedaan untuk menyelamatkan planet bumi.

John juga mengingatkan agar masyarakat dunia tetap harus siaga mengantisipasi terjadinya perubahan iklim yang ekstrim dan pemanasan global, dan diperkirakan akan terjadi dalam waktu kurang dari 10 tahun ke depan. “Kesepakatan global Nationally Determined Contributions (NDCs) and the Paris Agreement menyatakan rata rata suhu dunia akan naik 3,2 derajat celcius lebih hangat pada 2030 mendatang. Bagi bisnis, ini menambah faktor risiko investasi yang harus diperhitungkan,” tutur John. Dalam kondisi saat ini, kemungkinan terjadinya bencana perubahan iklim sulit untuk dibayangkan oleh masyarakat awam. Namun, jika awak media dapat membantu mempublikasikan story bahwa pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan iklim tersebut, seperti halnya bercermin pada bencana pandemi Covid 19.

“Pandemi Covid 19 yang tak pernah terbayangkan, terbukti tak mampu dihadapi negara yang maju sekalipun. Bagaimana dengan perubahan iklim? Media bisa menarasikan hal tersebut dengan cara yang sangat mudah dan dekat dengan kita, misalnya hilangnya sejumlah daerah akibat abrasi di Pantai Utara Jawa atau mencairnya lapisan lapisan es di kutub bumi, seperti di Alaska,” katanya. Dalam tingkat nasional, menurut John, perihal ancaman perubahan iklim telah dituangkan ke dalam regulasi Peraturan Pemerintah tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup (PP IELH) yang dikeluarkan pada 2017. Ketentuan yang relevan ada di Pasal 18, yaitu dunia usaha diminta untuk menginternalisasi biaya lingkungan hidup dengan memasukkan biaya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dalam perhitungan biaya produksi atau biaya suatu usaha dan/atau kegiatan.

Hal ini senada dengan upaya investor global dengan komitmen untuk mengukur dan mengungkapkan jejak karbon dari portofolio investasinya dan menganalisis dampak dari perubahan iklim terhadap keberlangsungan kegiatan usahanya. Bercermin pada fakta fakta yang ada, menurut John, sangat penting bagi Lippo untuk terlibat mendukung World News Day 2021 yang akan digelar oleh World Editors Forum (WEF) dan Canadian Journalism Foundation (CJF) pada 28 September 2021. Hari Berita Sedunia tahun ini akan menyoroti pentingnya jurnalisme yang kredibel dalam memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang krisis iklim. Gelaran ini menyatukan lebih dari 300 organisasi berita dilaksanakan sebagai upaya untuk menunjukkan dukungan kepada jurnalis dan audiens mereka, yang menggunakan fakta dan pemahaman, membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.