Kesedihan Pavel Nedved Lihat Juventus Merana, Ledakan Ekspresi Jadi Sorotan Negatif

Performa Juventus musim ini di kancah Liga Italia masih jauh dari kata memuaskan. Juventus harus puas bertengger di peringkat kedelapan dengan raihan total 18 poin. Rapor tersebut tentu tak sesuai dengan skuat yang dimiliki Juventus saat ini.

Bisa dibilang, mereka menjadi salah satu tim dengan komposisi terbaik di setiap lini. Sisa sisa dominasi Si Nyonya Tua dalam beberapa tahun ke belakang nampaknya mulai luntur secara perlahan. Mereka sejatinya tak tinggal diam menyikapi kemerosotan prestasi tersebut.

Sederet pemain bintang coba didatangkan demi mendongkrak performa tim. Kehadiran Cristiano Ronaldo menjadi bukti paling sahih terkait tekad Juve mengembalikan dominasi. Akan tetapi, kehadiran CR7 tak banyak membantu mengembangkan permainan dan kualitas tim secara keseluruhan.

Bianconeri malah menjadi ketergantungan pada sang mega bintang. Akibatnya sangat terasa setelah Ronaldo hengkang dari Turin. Juventus seakan kehilangan taring di lini depan mereka.

Beberapa langkah maju yang diambil klub pun secara tak perlahan terus tergerus. Hal ini juga tak luput dari perhatian legenda hidup Juventus, Pavel Nedved. Nedved mengaku sedih melihat performa mantan timnya sekarang ini.

Ia yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Juventus ini tak mengelak jika ia sering kewalahan ketika melihat laga laga timnya di kancah Liga Italia dan Liga Champions. Meski telah ditangani Massimiliano Allegri, permainan Si Nyonya Tua tak kunjung membaik. Ditambah lagi, ia harus menyaksikan tersebut kala menjabat sebagai salah satu eksekutif di klub.

Itu membuatnya tak bisa meluapkan emosi secara gamblang untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. Nedved sendiri dikenal sebagai figur yang cukup ekspresif. Karakternya yang kuat kala dahulu menjadi pemain, terbukti masih ada saat dirinya pensiun.

Tak jarang, ia terlihat kesal ketika tim kesayangannya ini mengalami hal negatif di atas lapangan. Ekspresi Nedved tersebut seolah menjadi santapan empuk bagi media yang meliput pertandingan Juventus. Ia kini mencoba mengurangi luapan ekspresi tersebut agar tak berimbas negatif bagi klub.

"Saya harus menyaksikan beberapa laga sebagai eksekutif klub," ungkap Nedved dikutip dari JuveFC . "Dan itu tidak mudah karena saya melewati tahun tahun awal sebagai mantan pemain sepak bola." "Sekarang sudah berbeda, Anda harus berpikir bagaimana caranya untuk tetap tenang."

"Itu tidak mudah. Setiap kali hati dan semangat Anda meluap, itu bisa berarti buruk," sambungnya. Ia tentu tak berpangku tangan melihat kondisi klub kesayangannya yang tengah terpuruk. Segala upaya bakal ditempuh agar Giorgio Chiellini cs bisa kembali berjaya di Liga Italia.

Apalagi, rival mereka di Liga Italia juga terus berbenah sepanjang waktu. Kebangkitan AC Milan menjadi bukti terbesar bahwa tak ada klub yang berpangku tangan dari musim ke musim Rossoneri secara perlahan mampu menemukan kepingan pemain yang pas demi meraih hasil positif di setiap laga.

Itu barangkali bisa ditiru Juventus untuk kembali digdaya di tanah sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.